Diplomat Uni Eropa Kunjungi Makassar, Ini Tujuannya

0
95

HistoryIndonesia.id, Makassar | Delegasi Uni Eropa (UE) dan sembilan Kedutaan Besar Negara Anggota UE melakukan kunjungan bersama dua hari ke Makassar pada 4-5 Juli 2019 untuk mempromosikan Eropa dan meningkatkan hubungan dengan para pemangku kepentingan di provinsi Sulawesi Selatan dan kota Makassar.

Dipimpin oleh Charles-Michel Geurts (Kuasa Usaha Delegasi UE untuk Indonesia), kelompok ini termasuk H.E. Mrs Beata Stoczynska (Duta Besar Polandia), H.E. Olivia Leslie (Duta Besar Irlandia), H.E. Jari Sinkari (Duta Besar Finlandia), Ferdinand Lahnstein (Kuasa Usaha Kedutaan Besar Belanda), David Van Lierde (Kuasa Usaha Kedutaan Besar Belgia), Soeren Bindesboell (Wakil Kepala Misi dari Kedutaan Besar Denmark), Charles-Henri Brosseau (Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Prancis), Mariana Oom (Penasihat Ekonomi dan Komersial Kedutaan Besar Portugal) dan Giandomenico Milano (Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Italia).

Kunjungan dimulai dengan panggilan kehormatan (courtesy calls) kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah dan Penjabat Walikota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb. Para diplomat UE akan memperoleh gambaran umum tentang perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Sulawesi Selatan, serta wawasan tentang prakarsa pembangunan pemerintah Kota Makassar. Diskusi juga membahas berbagai topik lain seperti kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, pendidikan dan budaya.

Pembicaraan juga menyentuh tentang perencanaan kota Makassar dan kerja sama pembangunan yang saat ini didukung oleh Jerman, serta tentang program kerja sama UE di bidang itu.

“Melalui perkembangan yang cepat, Sulawesi Selatan telah mentransformasikan dirinya menjadi salah satu provinsi paling maju dan dinamis di Indonesia, dengan ibu kota Makassar sebagai pusat vital dan pintu gerbang utama bagi Indonesia Timur (KTI). Melalui berbagai instrumen kerja sama, Uni Eropa bersama dengan Negara-negara anggotanya, telah lama menjadi mitra bagi Provinsi Sulawesi Selatan dalam banyak hal, sesuai dengan komitmen bersama kami terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan nasional dan global, ”kata Charles-Michel Geurts.

Para diplomat UE juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan PELINDO IV Indonesia, untuk bertemu dengan pejabat pelabuhan dan anggota Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Selatan, serta untuk mengamati jalur langsung (direct call) baru yang melayani barang-barang konsumen yang masuk dan keluar dari dan kepada negara-negara Eropa dalam perspektif peluang perdagangan dan investasi yang akan dibuka oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif UE-Indonesia atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang sedang dinegosiasikan.

Para diplomat UE juga berkesempatan untuk terlibat dengan organisasi masyarakat sipil setempat dalam isu-isu sosial termasuk hak asasi manusia, kebebasan berbicara, inklusifitas sosial bagi para penyandang cacat, kesetaraan gender, perlindungan anak, kelestarian lingkungan, dan perubahan iklim.

Untuk lebih memupuk pertukaran dan meningkatkan hubungan, Uni Eropa mengundang para pemimpin opini, tokoh masyarakat, tokoh agama, konsul kehormatan Negara-negara Anggota UE serta perwakilan organisasi pemuda dan media ke resepsi makan malam untuk mempererat jaringan.

Sebagai bagian dari penjangkauannya kepada kaum muda, para diplomat UE juga mengadakan diskusi dengan mahasiswa Universitas Hasanuddin dan memberikan informasi tentang program dan peluang pendidikan tinggi Uni Eropa dan Negara-negara Anggota UE. Kunjungan diplomat UE diakhiri dengan tur budaya ke Museum Sejarah La Galigo, Masjid 99 Kubah, Pantai Losari, dan Jalan Somba Opu untuk menikmati minuman kopi lokal dan kerajinan tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here